Persaingan Boeing dan Airbus Kian Sengit

Persaingan Boeing dan Airbus Kian Sengit

Produsen pesawat global, Boeing merayakan  tahun baru dengan menerima pesanan 86 unit pesawat dari maskapai asal Dubai, Flydubai. Untuk pesanan sebanyak itu, Flydubai mencatatkan nilai transaksi yang cukup memukau hingga mencapai US$ 8,8 miliar.

Namun seperti mengutip CNBC, Rabu (8/1/2014), pemesanan tersebut melukai pesaingnya, Airbus. Pasalnya  maskapai asal Arab Saudi tersebut pernah mengungkapkan minatnya untuk juga memesan pesawat dari Airbus.

Kesepakatan tersebut berasal dari komitmen awal Flydubai di Dubai Airshow untuk membeli 100 unit pesawat pada November lalu. Pesawat yang menarik perhatiannya termasuk Boeing 78 737 MAX 8s dan 11 unit generasi 737-800, dengan pilihan tambahan 25 unit 737 MAX.

Tak hanya Boeing, ekspansi armada penerbangan Flydubai juga mulai dibidik Airbus. Meskipun pengumuman terakhir yang dilontarkan Flydubai justru menunjukkan pihaknya masih lebih memilih  Boeing untuk melayani 66 tujuan penerbangannya dan beberapa rute baru di masa depan.

CEO Flydubai Ghaith Al Ghaith mengatakan, kerjasamanya dengan Boeing menandakan kematangan maskapai tersebut dan kekuatan model bisnis yang diterapkannya. Selain itu, pilihannya menggandeng Boeing juga merupakan salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan maskapainya yang cukup ambisius.

Pernyataan tersebut menyakitkan, menyusul kekecewaannya saat pembelian pesawat di Dubai Airshow yang didominasi Gulf lebih memilih Boeing untuk melayani rute terbangnya. Maklum, dalam pameran tersebut Boeing menerima pesanan sebanyak 225 unit khususnya dari Emirates Airline, Qater Airways, dan Etihad Airways.

Boeing juga tercatat mendatangani kesepakatan kerjasama dengan Air Algerie untuk memasok delapan pesawat jenis 737-800 seharga US$ 724 juta. Selain itu, Air Algerie juga mengumumkan akan membeli 3 pesawat dari Airbus jenis A330-200.

Pemesanan maskapai Gulf juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bandara Al-Maktoum International di Dubai yang baru mulai operasi penerbangan komersialnya pada Oktober lalu.

Sementara itu, bulan lalu,  International Air Transport Association (IATA), mengatakan maskapai di wilayah tersebut akan terus menambah pasokan pesawatnya guna memenuhi kebutuhan penumpang di kawasan tersebut.

Total pemesanan antara dua produsen pesawat global tersebut menandakan adanya persaingan yang sangat ketat. Namun sepanjang 2013, Boeing tampaknya menerima lebih banyak pesanan dibanding Airbus. Flyinc.

Leave a Reply