Agar Aman Perlu Ada Petugas Keamanan Khusus Dalam Pesawat

Kehadiran petugas keamanan di pesawat atau yang lebih sering disebut Air Marshall, sangat diperlukan setiap maskapai penerbangan. Namun itu bukan persoalan mudah. Untuk merealisasikan adanya petugas keamanan khusus di dalam maskapai, perlu meratifikasi Konvensi Tokyo.

Direktur Keselamatan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Yusfandri Gona menuturkan, pihaknya sudah mempertimbangkan untuk mengimplementasikan kehadiran petugas keamanan maskapai dengan payung hukum Undang-undang.

“Indonesia tetap mendorong terbentuknya kelembagaan Air Marshall untuk penerbangan sipil nasional,” ujarnya dalam seminar keamanan penerbangan di PT. Angkasa Pura I, Jakarta, Kamis (8/5).

Sejauh ini menurutnya Indonesia sudah memiliki kerja sama bilateral dengan Singapura untuk menempatkan Air Marshall dalam penerbangan yang menghubungkan kedua negara. Akan tetapi kerja sama tersebut belum diimplementasikan oleh kedua negara.

Sistem rekrutmen petugas keamanan dalam pesawat juga harus disusun secara matang. Sebab, petugas keamanan dalam pesawat tersebut harus memiliki kemampuan khusus untuk menjalankan tugas selama penerbangan tanpa sepengetahuan penumpang.

“Kami berpikir mungkin bisa menggandeng pihak Polri dan TNI,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, pengamat Hukum Udara Universitas Airlangga Surabaya Adhy Riadhy Arafah menilai petugas keamanan di dalam pesawat sudah seharusnya mulai diterapkan dalam setiap penerbangan di Indonesia. Salah satu pertimbangannya, industri penerbangan di Indonesia semakin berkembang pesat.

Harga tiket pesawat yang semakin terjangkau membuat akses penerbangan lebih mudah. Hal ini, lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melakukan tindak pidana di dalam pesawat saat penerbangan.

“Karena itu diperlukan adanya petugas khusus yang melakukan pengawasan secara tersembunyi selama penerbangan,” jelas dia. Flyinc.

Leave a Reply