Persoalan Merpati Airlines Berdampak Sistemik Ke Anak Usaha

Persoalan Merpati Airlines Berdampak Sistemik Ke Anak Usaha

Berlarut-larutnya masalah yang menimpa maskapai penerbangan nasional PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), berbuntut panjang dan mulai berdampak ke unit usaha lain. Persoalan ini menjalar ke anak dan cucu usaha Merpati. Anak usaha Dana Pensiun (Dapen) Merpati akan memecat atau PHK karyawan anak usahanya.

Ketua Umum Sekar Merpati yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja BUMN, Purwanto menjelaskan, Dapen Merpati adalah salah satu perusahaan yang didirikan Merpati untuk menyimpan dana pensiun. Dapen Merpati mempunyai beberapa anak usaha yang membantu operasional Merpati.

Kondisi Merpati mempunyai multiplier efek seperti ke perusahaan kita dana pensiun. Anak usahanya dulu melayani transportasi kru dulu. Sekarang pada berhenti semua,” ucap Purwanto saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/5).

Anak usaha Dapen Merpati antara lain Prathita Titian Nusantara (PTN) yang bergerak di ground handling pesawat Merpati, Turangga Titian Nusantara yang bergerak pada transportasi Merpati antar jemput pilot, kemudian Wisata Titian Nusantara yang melayani pembelian tiket serta ada Mega Cargo yang melayani pengangkutan kargo dan terakhir Sentani Garden Hotel (usaha hotel di jayapura).

“Khusus PTN hampir 300 sudah di PHK dari target kita 500. Mereka ada Jakarta, Surabaya, Makassar. Mereka usahanya ground handling. Ketika Merpati berhenti mau apalagi ya Kami PHK. Pegawainya ada 2.000,” tegasnya.

Sementara itu, untuk Turangga Titian Nusantara, dia menyebut sekitar 150 orang pegawai terancam di-PHK. Dalam operasionalnya, Turangga Titian Nusantara 90 persen melayani Merpati.

“Wisata Titian Nusantara belum dipecat karena masih bisa melayani tiket yang lain. Mega Cargo anak usaha masih juga. Dampak akibat Merpati dampaknya bukan hanya pegawai Merpati bahkan mitra Merpati termasuk pelanggan Merpati,” tutupnya. Flyinc.

Leave a Reply