Berinvestasi Pada Reksadana Syariah Bagi Para Investor Pemula

Berinvestasi, dewasa ini menjadi sebuah kegiatan yang harus dilakukan. Pada instrument reksadana syariah salah satu contohnya. Mengapa investasi sudah menjadi kebutuhan pokok? Karena situasi perekonomian Negara yang semakin fluktuatif, membuat inflasi juga dapat terjadi setiap saat dengan digit yang kadang sudah tidak dapat kita perkirakan sebelumnya. Padahal di satu sisi kebutuhan semakin bertambah, maka mau tidak mau seseorang harus melakukan investasi. Tujuannya agar masa depan perekonomian seseorang lebih terjamin jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Instrument investasi tentu bermacam-macam. Baik yang riil maupun non riil. Yang riil seperti misalnya membeli tanah, bangunan untuk dijual kembali atau dikontrakkan. Yang tidak riil seperti misalnya surat-surat berharga yang terdiri dari banyak produk. Saham, obligasi, SBI, dan lain sebagainya. Termasuk did dalamnya adalah reksadana sistem syariah. Untuk investasi non riil sendiri terdapat teori yang dinamakan portfolio theory. Dimana menurut theory ini dikatakan : jangan meletakkan telur dalam satu keranjang. Dengan demikian perlu ada diversifikasi investasi.

Reksadana adalah suatu kegiatan investasi yang pada dasarnya dilakukan dan dikelola oleh pihak lain. Dalam hal ini tentu pihak yang telah memiliki ijin dari BAPEPAM – LK untuk melakukan transaksi di pasar bursa, sehingga para investor tidak perlu khawatir. Karena para pihak yang memiliki ijin ini tentu akan menjalankan investasi sesuai dengan prinsip portfolio diatas. Adapun reksadana syariah, maka investasi anda akan ditanamkan pada perusahaan-perusahaan yang menurut MUI halal. Jadi lebih aman bukan?